Pengalaman Tobat Judi Online

Karena Judi secara intensif sejak 2-3 tahun yang lalu sekarang saya tinggal sendiri di sebuah kontrakan di pinggir Jakarta, saya bercerai dengan istri saya setahun yang lalu dan mungkin sampai sekarang pun belum tau tentang kecanduan judi saya ini. Kemudian saya kehilangan rumah saya, mobil saya, teman-teman saya, nama baik saya (yang sudah menguap 2-3 tahun yang lalu) dan yang paling ganas adalah saya hampir kehilangan semangat hidup saya. Semuanya hilang. Oh iya, Jangan puas diri dulu, masih ada hutang 600 juta lebih yang harus saya bayar dari hasil meminjam, menipu dan hasil mencuri.

Saya mohon maaf kepada Bapak, Mamah, Anak-anak saya dan sahabat-sahabat saya. Saya menulis kisah saya ini bukan untuk membuat malu semuanya. Saya menulis kisah ini supaya saya pribadi bisa berhenti dari perbuatan keji itu, supaya saya bisa bangkit kembali dari keterpurukan yang saya buat sendiri dan mudah2an bisa membuat orang yang belum terjerumus dengan judi menjadi tidak pernah menyentuhnya sama sekali.

Ketika saya kalah berjudi, saya mencari cara untuk bisa mendapatkan uang kembali untuk modal berjudi saya. Saya melakukan apapun. Setan mensponsori dan mensuplai uang untuk saya. Saya menjual barang yang bisa saya jual dengan harga murah supaya cepat laku, ketika barang yang bisa dijual habis saya mulai mencari alasan untuk meminjam uang, saya menjadi kreatif malah mungkin sangat kreatif dalam membuat alasan demi mendapatkan pinjaman. Ketika orang yang saya pinjami sudah tak ada lagi. Saat itulah setan semakin bersahabat dengan saya, Setan semakin mencintai saya. Saya mulai mencuri uang, saya mulai menipu. Uang milik teman bisnis saya pakai untuk modal berjudi.

Otak saya tidak seperti orang normal, maksudnya bukan berarti saya hebat, tapi seperti semua pecandu Judi, otaknya tidak sama dengan orang normal. Mereka mempunyai pemikiran yang tidak rasional. Otaknya melenceng dan tolol. Dan saking tololnya, mereka tidak menyadari ketololannya. Mereka sangat fanatik dengan prinsip tololnya. Prinsip yang mereka pegang teguh bahwa mereka bisa kaya dari judi. Prinsip bego yang sangat mereka imani bahwa mereka bisa menang. Prinsip Setan yang sudah mengalir dalam darahnya bahwa semua kekalahannya harus bisa dibayar kembali dengan kemenangan dalam permainan judi.

Tidak! Judi itu sebenarnya diciptakan tidak untuk menang. Judi itu diciptakan untuk kalah. Sekali lagi, JUDI DICIPTAKAN UNTUK KALAH! Judi adalah khayalan akan kemenangan. Judi adalah suatu rencana kemenangan yang tidak akan pernah terwujud. Kalo anda seorang penjudi, anda tidak akan percaya dengan kalimat saya barusan atau anda akan sangat setuju dengan kalimat saya tapi anda tetap berjudi.

Ada seorang tobater (orang yang tobat) judi pernah menuliskan dalam sebuah forum tentang judi, “ Judi itu mahakarya dari Setan. Setan sangat mengagumi orang yang putus asa. Judi adalah jalan pintas untuk putus asa. Ketika berjudi dan PASTI akan kalah, maka akan malas untuk melakukan apapun kecuali kembali berjudi. Malas kerja, malas bersosialisasi, malas makan, malas apapun. Dan itu semua dekat-dekat dengan putus asa. Dan ketika sudah habis semua milik kita oleh judi, Putus asa sepertinya menjadi pilihan yang mudah untuk dilakukan. Judi adalah sarana terbaik untuk manusia putus asa” Dan saya 1cm lagi menuju putus asa.

Saya menulis ini bukan untuk membela diri saya. Bukan untuk lari dari kenyataan. SAYA SALAH. SAYA SALAH. SAYA SALAH. Saya tidak bermaksud untuk membenarkan perbuatan jahat saya ini. Saya akan hadapi semua masalah besar dan kecil yang saya ciptakan sendiri karena kecanduan judi dan segala efek-efeknya. Saya menulis ini karena saya hanya ingin menjadi manusia kembali.

Saya tidak bermaksud menggurui. Saya sedang belajar tobat. Saya sedang belajar berhenti dari kecanduan judi yang sudah menghancurkan hidup saya dan sangat menyulitkan orang-orang tak bersalah disekitar saya. Merugikan orang-orang yang saya sayangi sampai harus kehilangan harta bendanya karena saya. Saya bertobat. Saya sedang belajar tobat yang sesungguhnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *